Minggu, 26 November 2017

Dinar dan Dirham


1.       Sejarah uang dinar dan perdagangan internasional

a.       Sejarah uang dinar

Secara bahasa dinar berasal dari kata denarius (romawi timur) dan dirham berasal dari kata drachma (persia). Dinar bernilai 4,25 gram emas 22 karat dan dirham 2,975 gram perak murni ditetapkan masa Rasulullah dan dipergunakan WTO (World Trading Organization).

Dinar dan dirham pertama kali dicetak masa pemerintahan khalifah abdul malik bin marwan tahun 695M/77M. Dan berakhir pada runtuhnya khalifah Islam Turki isman 1924.



b.      Perdagangan internasional

Organisasi perdagangan dunia WTO terbentuk tahun 1995 yang bertujuan untuk mendorong dan mengembangkan liberalisasi perdagangan dan menyediakan sebuah sistem perdagangan dunia yang aman. Membuka peradangan secara luas hingga berbagai negara di dunia akan memberikan keuntungan dan membuat pertumbuhan ekonomi bagi negerinya. Liberalisasi perdagangan bisa menjadi tantangan negara miskin dan yang sedang berkembang untuk bisa mempertahankan ekonominya dan bersaing dalam persaingan global.



Dampak penggunaan uang dinar dalam perdagangan internasional

Penggunaan uang dinar dinilai lebih stabil dibandingkan dengan uang fiat dan uang fulus. Sesuai dengan pemikiran Al Maqrizi:

a.       Hanya dinar dirham yang bisa digunakan sebagai uang

b.      Menghentikan penurunan nilai uang

c.       Membatasi uang fulus

Ketika perdagangan menggunakan emas maka indeks harga akan mempertahankan kesesuaian. Agar tidak runtuh penggunaan uang dinar maka perlu adanya pengaturan :

a.       Uang dinar hanya boleh digunakan untuk pertukaran barang dan jasa

b.      Nilai moneternya harus lebih dari intrinsiknya agar terhindar terjadinya pengumpulan uang dinar sebagai perhiasan

c.       Diperlukan adanya bank sentral untuk mengatur jumlah dinar yang beredar.

Alasan dan keunggulan dari penggunaan uang dinar

a.       Stabil. Setiap mata uang dinar mengandung 4,25 gram emas 22 karat dan tidak ada perbedaan ukuran emas pada setiap negara. Berdasarkan penelitian yang dilakukan prof. Roy mantram dari barkeley university bahwa harga emas konstan dan stabil sekalipun kondisi perang, krisis, dan bencana alam.

b.      Alat tikar yang tepat. Dikarenakan nilainya stabil dan standar yang sama ditetap negara akan memudahkan untuk melakukan pembayaran oleh setiap negara serta uang dinar juga tidak perlu pengesahan seperti uang fiat.

c.       Mengurangi spekulasi manipulasi dan arbitrase. Dengan kestabilan dan nilai yang sama setiap negara sulit terjadi adanya perbedaan untuk nilai tukar di pasar valuta asing.

Kenapa harus kembali ke uang dinar:

a.       Unfair trade

b.      Kecilnya peradangan OKI

c.       Fiat money menimbulkan ketidakadilan

d.      Volatilitas atau naik turunnya uang berdampak negatif

e.       Emas lebih stabil

f.        Emas investasi menarik

g.       Dolar akan terus terdepresiasi



2.      Implementasi penggunaan dinar dalam perdagangan internasional

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan uang dinar dalam peradangan internasional:

1.       Peran uang dinar dalam perdagangan

Pembayaran tidak dilakukan dengan mentransfer uang dinar dari satu negara ke negara lain tetapi dengan mentransfer ekuivalen emasnya ke bank kustodian yang telah disepakati. Uang dinar hanya untuk pembayaran perdagangan barang dan jasa luar negeri.



2.      Penggunaan dinar emas

Dengan menggunakan uang dinar emas akan memberikan kesempatan kepada negara peserta dengan cadangan devisa yang terbatas untuk melakukan perdagangan dengan menggunakan uang dinar.

Uang dinar dan transaksi peradangan bilateral

Perdagangan bilateral melibatkan 2 negara yang artinya akan melibatkan bank sentral kedua negara. Dalam perdagangan yang menggunakan emas sebagai alat transaksinya akan melibatkan bank sentral kedua negara dan membutuhkan bank kustodian yang berfungsi sebagai bank yang mengatur dan memfasilitasi pembayaran peradangan negara peserta.

Infrastruktur peradangan bilateral dengan menggunakan uang dinar

1.       Bank sentral

Bank sentral menyediakan jaminan untuk jumlah uang dinar yang dibutuhkan dalam melakukan pembayaran ketika terjadinya defisit atau surplus pada ekspor dan impor. Bank sentral juga dapat menjadi tempat jual beli uang dinar baik individu, pengusaha dan perbankan transaksi perdagangan.

2.      Central depository (pusat penyimpanan)

Semakin banyaknya negara peserta perdagangan maka proses perdagangan akan sedikit rumit diperlukan central depository sebagai tempat kliring dan tempat melakukan penyeimbangan surplus dan defisit negara-negara yang melakukan perdagangan.

3.      Institusi keuangan lainnya

Uang dinar terbuat dari logam mulia yang berharga. Sehingga tidak tertutup kemungkinan bahwa yang dinar dibutuhkan dalam bentuk fisik oleh masyarakat. Untuk itu, diperlukan institusi atau lembaga keuangan yang memfasilitasi kebutuhan terhadap uang dinar dalam bentuk fisik tersebut.

Peraturan tentang penerapan uang dinar dalam perdagangan internasional

1.       International Legal Impedimens

2.      Financial Infrastructure

3.      Dispute Settlement

Keuntungan dari penggunaan dinar dalam perdagangan internasional

1.       Mengurangi dan menghapus resiko nilai tukar.

2.      Penggunaan dinar akan mengurangi terjadinya spekulasi, manipulasi dan arbitrase terhadap mata uang nasional.

3.      Penggunaan dinar akan mengurangi biaya transaksi perdagangan dan meningkatkan perdagangan.

4.      Penggunaan uang dinar dalam perdagangan akan meningkatkan perdagangan yang pada akhirnya akan meningkatkan kerjasama antarnegara peserta.

5.      Penggunaan uang dinar dalam perdagangan internasional akan mengurangi kekuasaan, serta mengurangi ketergantungan negara berkembang dan miskin terhadap perekonomian negara maju.


Minggu, 19 November 2017

Uang dan Permintaan Uang

Jurusan : Perbankan Syariah UMSU

1.       Sejarah Uang

Manusia satu sama lain saling membutuhkan, manusia mempergunakan berbagai cara dan alat untuk melangsungkan pertukaran barang dalam rangka memenuhi kebutuhan mereka. Periode itu disebut zaman barter.

Pertukaran barter ini mensyaratkan adanya keinginan yang sama pada waktu yang bersamaan (double coincidence of wants) dari pihak-pihak yang melakukan pertukaran ini. Namun, kebutuhan manusia yang mulai beragam semakin sulit untuk menciptakan situasi ini. Misalnya : seseorang yang memiliki beras membutuhkan garam tetapi saat yang bersamaan pemilik garam membutuhkan daging sehingga syarat terjadinya barter tidak terpenuhi. Keadaan ini tentu sulit untuk melakukan muamalah antar manusia. Maka diperlukan alat tukar yang bisa diterima semua pihak yakni Uang. Uang pertama kali dikenal di peradaban Babylonia(Irak) dan Sumeria.  

Uang kemudian berevolusi dan berkembang mengikuti perjalanan sejarah. Dari perkembangan inilah uang kemudian bisa dikategorikan dalam 3 jenis yaitu:

a.       Uang Barang (commodity money)

Uang barang ialah alat tukar memiliki komoditas atau dapat diperjualbelikan apabila barang tersebut digunakan bukan sebagai uang. Misalnya emas, logam dan perak. Kelebihan dari emas dan perak ini dapat dipecah menjadi bagian-bagian yang kecil dengan tetap mempunyai nilai yang utuh dan logam mulia ini tidak mudah susut atau rusak.

b.      Uang Tanda/kertas (token money)

Karena kertas didukung oleh kepemilikan atas emas dan perak, masyarakat umum menerima uang kertas sebagai alat tukar. Keuntungan penggunaan uang kertas ini diantaranya : biaya pembuatan rendah, pengiriman mudah, penambahan dan pengurangan lebih mudah dan cepat serta dapat dipecah-pecahkan dalam jumlah berapapun. Kekurangan: uang kertas tidak bisa dibawa dalam jumlah besar dan karena dibuat dari kertas jadi sangat mudah rusak.

c.       Uang Giral (deposit money)

Uang giral ialah uang yang dikeluarkan oleh bank-bank komersial melalui pengeluaran cek dan alat pembayaran giro lainnya. Uang giral ini dapat diambil setiap saat dan dapat untuk melakukan berbagai macam pembayaran. Kelebihannya : kalau hilang dapat dilacak sehingga tidak bisa diuangkan oleh orang yang tidak berhak, dapat dipindahtangankan dengan cepat, serta tidak diperlukan uang kembali sebab dapat ditulis sesuai dengan niali transaksi.



2.      Fungsi Uang dalam Sistem Ekonomi

Fungsi utama uang ialah sebagai alat tukar. Fungsi-fungsi lain:

1.       standard of value (pembakuan nilai)

2.      Store of value (penyimpan kekayaan)

3.      Unit of account (satuan perhitungan)

4.      Standard of defferred payment (pembakuan pembayaran tangguh)

Dalam sistem kapitalis uang tidak hanya sebagai alat tukar yang sah melainkan juga sebagai komoditas yaitu uang dapat diperjualbelikan dengan kelebihan baik on the spot maupun secara tangguh atau dapat disewakan.



3.      Teori Permintaan dan Penawaran Uang Pendekatan Ekonomi Konvensional

1.       Teori permintaan uang sebelum Keynes

Teori ini disebut teori permintaan klasik berdasarkan asumsi klasik yaitu perekonomian selalu dalam keadaan seimbang. Diantaranya teori permintaan uang Irving Fisher dan teori permintaan uang Cambridge.

Menurut Fisher jika terjadi suatu transaksi antara penjual dan pembeli maka akan terjadi pertukaran uang dengan barang/jasa sehingga nilai dari uang yang ditukarkan pasti sama dengan barang/jasa yang diperoleh. Secara matematis:

MV =PT

Dimana :

M = jumlah uang yang beredar

V= velocity atau kecepatan perputaran uang yakni berapa kali uang tersebut berpindah tangan dalam satu periode

P = harga barang/jasa

T= jumlah barang/jasa yang menjadi objek transaksi

Menurut cambridge yang diwakili Marginal dan Pigou uang sebagai alat penyimpan kekayaan bukan sebagai alat pembayaran. Menurut cambridge permintaan uang dipengaruhi tingkat bunga, jumlah kekayaan yang dimiliki, harapan tingkat bunga di masa yang akan datang, dan tingkat harga. Secara matematis:

Md = kY

Dimana :

Md =  jumlah permintaan uang

k    = konstanta yang menunjukkan persentase jumlah uang tunai yang dipegang terhadap pendapatan

Y   = pendapatan nominal

Teori permintaan uang menurut Fisher didasarkan pendekatan transaksi sedangkan teori permintaan uang menurut Cambridge didasarkan kepada pendekatan kebutuhan masyarakat memegang uang tunai.

2.      Teori permintaan uang menurut Keynes

Teori keuangan menurut Keynes ada 3

1.       Tujuan masyarakat untuk menggunakan uang

2.      Faktor yang menentukan tingkat bunga

3.      Efek perubahan penawaran uang terhadap kegiatan ekonomi negara.

Dapat diklasifikasikan 3 motif utama :

a.       Motif transaksi, digunakan untuk pembayaran secara reguler terhadap transaksi yang dilakukan.

b.      Motif berjaga-jaga, digunakan untuk keperluan dimasa yang akan datang.

c.       Motif spekulasi, yaitu untuk disimpan atau digunakan untuk membeli surat-surat berharga seperti saham dan obligasi.

Dalam pandangan Keynes suku bunga ditentukan oleh permintaan dan penawaran uang. Permintaan uang untuk transaksi (MDT) , untuk berjaga-jaga (MDp) , dan spekulasi (MDs) dapat dituliskan:

MD = MDT + MDP + MDs



3.      Teori permintaan uang setelah Keynes

Ada 3 teori dalam masa ini yaitu teori permintaan uang untuk tujuan transaksi oleh Baumol, teori permintaan uang untuk spekulasi oleh Tobin, dan teori permintaan uang menurut Friedman.

1.       Menurut Baumol, semakin tinggi tingkat bunga maka semakin tinggi pula biaya yang harus ditanggung seseorang dalam memegang uang tunai. Sehingga orang akan memasukkan uangnya ke bank dua kali lipat.

2.      Menurut Tobin, setiap orang mengalami ketidakpastian. Seseorang yang memegang surat berharga pasti mengharapkan memperoleh pendapatan (e) :

e  = i + g

                        Dimana :

                        i  = bunga

                        g = keuntungan modal

3.      Menurut Friedman, seseorang atau perusahaan memegang uang tunai lebih kepada alasan kepuasan (utility) sebgaimana barang tahan lama lainnya. Konsumen memperoleh kepuasan memegang uang tunai dalam hal kemudahan dalam memegang alat pembayaran uang dibandingkan apabila memegang surat berharga yang memiliki resiko.



4.      Uang dalam Pandangan Islam

Dalam sejarah Islam, uang diadopsi dari peradaban Romawi dan Persia. Dalam Islam uang hanya sebagai alat tukar. Dinar adalah mata uang emas yang diambil dari Romawi dan Dirham adalah mata uang perak warisan peradaban Persia. Dalam QS. At-Taibah ayat 34 yang menjelaskan bahwa orang-orang yang menimbun emas dan perak dalam bentuk kekayaan biasa dan tidak mau mengeluarkan zakatnya akan diazab yang pedih. Secara gak langsung ayat ini menjelaskan kewajiban zakat bagi logam mulia secara khusus.

Al-Qur’an juga menceritakan kisah nabi Yusuf yang dibuang ke dalam sumur dan ditemukan oleh musafir lalu dijual dengan beberapa dirham saja. Ayat ini menjelaskan bahwa penggunaan logam mulia sebagai mata uang telah dilakukan sebelum Nabi Muhammad SAW.

1.       Uang kertas dalam pandangan Islam

Jumhur ulama sepakat bahwa illat dalam emas dan perak yang diharamkan pertukarannya kecuali dengan serupa yang sama oleh Rasulullah SAW adalah karena “tsumuniyyah” yaitu barang-barang tersebut menjadi alat tukar, penyimpan nilai dimana semua barang ditimbang dan dinilai dengan nilainya. Oleh karena itu, uang kertas telah menjadi alat pembayaran yang sah, sekalipun tidak dilatarbelakangi lagi oleh emas, maka kedudukannya dalam hukum sama dengan kedudukan emas dan perak yang pada waktu diturunkan Al-Qur’an tengah menjadi alat pembayaran yang sah. Uang kertas diakui sebagai harta kekayaan yang harus dikeluarkan zakat daripadanya. Dan zakat nya pun harus dikeluarkan dalam bentuk uang kertas.



2.      Hubungan Uang dengan modal dalam perspektif Islam

Uang dalam Islam bukan sebagai komoditas yang bisa disewakan atau diperjualbelikan dengan kelebihan. Tetapi uang memiliki return of capital bila dikembangkan dalam bentuk akad mudharabah dan dapat dipinjamkan qardh tetapi tidak diperbolehkan pengembaliannya melebihi pokoknya kelebihan inilah yang dinamakan riba.



5.      Permintaan dan Penawaran Uang dalam Pendekatan Ekonomi Islam

Ada dua alasan utama memegang uang dalam ekonomi Islam yaitu motivasi transaksi dan berjaga-jaga. Spekulasi dalam pengertian Keynes tidak akan pernah ada dalam ekonomi Islam sehingga permintaan uang untuk tujuan spekulasi menjadi nol dalam ekonomi Islam. Oleh karena itu, permintaan uang dalam ekonomi Islam berhubungan dengan tingkat pendapatan.

Jumlah uang tunai yang diperlukan dalam ekonomi Islam hanya berdasarkan motivasi untuk transaksi dan berjaga-jaga, merupakan fungsi dari tingkat pendapatan, lada tingkat tertentu di atas telah ditentukan zakat atas aset yang kurang produktif.

Menurut Metwally, mengikatnya pendapatan akan meningkatkan permintaan atas uang oleh masyarakat untuk tingkat pendapatan tertentu yang terkena zakat. Secara matematis dirumuskan sbb:

MD = f(Y/μ)

{δMD/Δy} dμ = 0>0

            Dimana :

            MD : permintaan uang dalam masyarakat

            Y     : pendapatan

            μ     : tingkat biaya karena menyimpan uang dalam bentuk kas

Sabtu, 21 Oktober 2017

Perekonomian Tertutup dengan Kebijakan Pemerintah


Prodi : Perbankan Syariah

1.       Pengertian dan Ruang Lingkup Perekonomian Tertutup dengan Kebijakan Pemerintah dalam perspektif Ekonomi Konvensional

Pendapatan nasional pada perekonomian tertutup dengan kebijakan pemerintah membagi 3 pelaku utama; rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah. Adanya unsur pemerintah menimbulkan 2 konsekuensinperhitungan pendapatan nasional:

1)      Pendekatan pengeluaran

Y= C+I+G

Dimana:

C= consumption (yang dilakukan rumah tangga)

I= investment (dilakukan perusahaan)

G= Government (dilakukan pemerintah)

2)     Pendekatan penerimaan

Y= C+S+T

Dimana:

S= saving atau tabungan

T= tax atau pajak



1.1.              Dampak pajak terhadap konsumsi dan tabungan

a.       Dampak pajak tetap (lump sum tax) terhadap konsumsi dan tabungan

Setelah adanya pajak tetap menyebabkan pengurangan terhadap pendapatan disposable sebesar pajak tetap (T) maka ΔYd = - T. Dengan berkurangnya tingkat pendapatan disposable akan mengurangi jumlah konsumsi dan tabungan.

Kondisi sebelum ada pajak tetap, persamaan konsumsi C=a+bY dengan intensep a setelah adanya pajak tetap maka persamaan konsumsi menjadi C=a+b(Y-T) dengan intensep a-bT. Sedangkan, dampak pajak terhadap tabungan sebelum ada pajak tetap tabungan yang sebesar -a setelah ada pajak tetap tabungan menjadi -a(1-b)T.



b.      Dampak pajak proporsional (sebagai fungsi dari pendapatan) terhadap konsumsi dan tabungan

Sama halnya dengan adanya pajak tetap, pajak proporsional menyebabkan pengurangan terhadap pendapatan disposable (T=tY) maka ΔYd= -T.

Bedanya dengan pajak tetap, dampak pajak proporsional terhadap konsumsi awalnya C=a+bY intensep a, setelah ada pajak prosporsional konsumsi menjadi C=a+b(Y-tY)  dengan intensep tetap a. Sedangkan, dampak pajak proporsional terhadap tabungan S=-a+(1-b) dengan intensep -a dan setelah adanya pajak proporsional menjadi S=-a+(1-b) (Y - tY) dengan intensep tetap -a.

1.2.             Dampak pengeluaran pemerintah dan pajak terhadap keseimbangan perekonomian serta multiplier.

Besarnya multiplier perekonomian 1/(1-b)

a.       Multiplier perekonomian dengan sistem pajak tetap

Dengan besarnya pajak tetap T=Tx

Perhitungan multiplier perekonomian:

Y                = C+I+G

Y                = a+bYd+I+G

Y                = a+b(Y-Tx)+I+G

Y                =a+bY-bTx+I+G

Y-bY          = a-bTx+I+G

Y                = 1/1-b (a-bTx+I+G)



b.      Multiplier perekonomian dengan sistem pajak proporsional

Dengan besarnya pajak proporsional T=tY

Maka perhitungannya:

Y                =C+I+G

Y                =a+bYd +I+G

Y                = a+b(Y-tY)+I+G

Y                = a+bY-btY+I+G

Y-bY+btY  = a+I+G

Y                =(bY-btY) +(a+I+G)



2.      Pengertian dan ruang lingkup perekonomian tertutup dengan kebijakan pemerintah dalam perspektif ekonomi Islam

Dalam negara Islam, kebijakan Fiskal merupakan salah satu perangkat untuk mencapai tujuan syariah. Pada masa kenabian dan kekhalifahan kaum muslimin cukup berpengalaman dalam menerapkan beberapa instrumen sebagai kebijakan fiskal. Pajak diterapkan atas individu (jizyah dan pajak khusus muslim), tanah Kharar, dan ushur (cukai) atas barang impor dari negara yang mengenakan cukai terhadap kaum muslimin, sehingga tidak memberikan beban ekonomi yang berat bagi masyarakat.

Dalam konsep Islam, kebijakan fiskal bertujuan untuk mengembangkan suatu masyarakat yang didasarkan atas distribusi kekayaan berimbang dengan menempatkan nilai-nilai material dan spiritual pada tingkat yang sama. Konsep fikih zakat menyebutkan bahwa sistem zakat berusaha mempertemukan pihak surplus muslim dengan lihat defisit muslim. Dengan harapan terjadi proyeksi pemerataan pendapatan antara surplus (mustahik) dan defisit (muzaki) muslim.



Zakat mempunyai implikasi terhadap perekonomian untuk kehidupan di akhirat inilah yang membedakan kebijakan fiskal dalam Islam dengan kebijakan fiskal sistem ekonomi pasar. Implikasinya sbb:

1)      Memenuhi kebutuhan masyarakat yang kekurangan

2)     Memperkecil kesenjangan ekonomi

3)     Menekan jumlah permasalahan sosial, kriminalitas, dll

4)     Menjaga kemampuan daya beli masyarakat agar dapat memelihara sektor usaha.

Sesuai dengan QS. At-Taibah ayat 103 bahwa zakat itu membersihkan dari kekikiran dan cinta berlebihan terhadap harta benda serta zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati sehingga menjadi ketentraman jiwa bagi mereka.

Dari sudut expenditure pendapatan nasional :

Y= C1 + Cz + I + G

Dimana :

C= C1 + Cz

C= pengeluaran konsumsi rumah tangga

C1= konsumsi individu yang membayar zakat

Cz= konsumsi dari penerima zakat

Dari sudut pendekatan pendapatan:

Y=C1+S+Z+T

Dimana :

Z=zakat

T=pajak/tax

S=saving atau tabungan



3.      Macam-macam pendapatan pada masa awal perekonomian Islam

a)      Kharaj

Pendapatan yang didapat dari biaya sewa atas tanah pertanian dan hutan milik ummat.

b)     Zakat

Zakat dikumpulkan berbentuk uang tunai, hasil pertanian dan ternak.

c)      Khums (seperlima)

Pajak yang dikumpulkan dari berbagai jenis ghanimah dan yang lebih penting lagi dipungut dari tabungan konsumen dan keuntungan produsen. 20% dari dana yang terkumpul setiap tahun berupa khums.

d)     Jizyah

Pajak ini mirip dengan zakat fitrah yang dipungut dari muslim setiap tahun.

e)      Pemasukan Lain

Misalnya kafarat atau denda yang dikenakan ketika melakukan pelanggaran bisa dalam bentuk tunai atau jasa.

Pada masa Umar, income(pemasukan) negara Baitul Mal cukup banyak terdiri dari yang

1)      Periodik

·         Zakat

·         Kharaj

·         Jizyah

·         ‘ushr

2)     Non-Periodik

·         Ghanimah

·         Fai’

·         Lutqthah

·         Rikaz

·         Warisan berlebih

·         Kafarat

·         Waqaf

·         Nawaib

·         Dharibah


Jumat, 13 Oktober 2017

Journal Review


Prodi : Perbankan Syariah

Dosen : Totok Harmoyo, SE. Msi



IDENTITAS

Jurnal yang direview adalah jurnal yang berasal dari Asian Journal of Business and Management Sciences yang berjudul “ Types of Financial Crisis” yang ditulis oleh PHD candidate Arbana Sahuti, Dr. Safety Merovcid dan Dr. Drita Konxheli dari University of Prishtina, Kosovo. Vol. 2 No. 12 [31-39]



ABSTRAK

Krisis keuangan telah menyebabkan banyak perdebatan dikalangan para ekonom yang berbeda. Mereka telah berusaha untuk mengeksplorasi kemungkinan mendeteksi dan mencegah krisis sebelum mereka menyebabkan kerusakan yang akan membutuhkan banyak waktu dan energi untuk memperbaiki situasinya dan membawa ekonomi kembali kepada jalur yang benar pada pembangunan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai jenis krisis keuangan yang telah mempengaruhi ekonomi dunia dalam rangka untuk menarik pelajaran dari pengalaman mereka. Analisis penelitian ini dibagi menjadi empat jenis krisis keuangan : krisis perbankan; gelembung spekulatif dan kegagalan pasar; krisis keuangan internasional; dan krisis ekonomi yang lebih luas. Pendekatan metodologis dalam penelitian ini adalah kualitatif alam. Bahan yang digunakan berasal dari berbagai buku dan jurnal akademik akademisi dan profesional yang memiliki keahlian di bidang krisis keuangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan moneter dan ekonomi makro yang tepat adalah dasar fundamental untuk mendeteksi dan mengelola  yang mungkin terjadi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa negara-negara dalam transisi dan mereka yang pindah dari sistem perekonomian tertutup menjadi ekonomi pasar yang cenderung akan diserang oleh spekulan dibandingkan dengan negara-negara yang memiliki pasar modal yang berkembang. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi pasar modal antarnegara berdampak pada ekonomi mereka jika salah satu dari mereka menghadapi krisis keuangan akibat efek berantai.     

Kata kunci : krisis, finansial, gelembung, perbankan



1.      PENDAHULUAN

Dalam beberapa dekade terakhir, krisis keuangan atau dikenal krisis finansial digunakan untuk berbagai situasi dengan berbagai institusi atau aset keuangan kehilangan sebagian besar nilai mereka. Pada abad ke-19 dan ke-20, banyak krisis finansial berhubungan dengan kepanikan perbankan dan resesi. Krisis Finansial telah menghentikan momentum pembangunan ekonomi di banyak negara di seluruh dunia. Dalam beberapa kasus krisis ini telah menghancurkan hampir seluruhnya sistem keuangan yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis jenis krisis keuangan dan dampak yang ditimbulkan di negara-negara yang telah mengalami krisis tersebut. Jurnal ini mengungkapkan 4 jenis krisis keuangan diantaranya : krisis perbankan; gelembung spekulatif dan kegagalan pasar; krisis keuangan internasional; dan krisis ekonomi yang lebih luas.



2.     PEMBAHASAN

1)      Krisis Perbankan

Terjadinya krisis di sektor perbankan terkait secara langsung maupun tidak langsung dengan berbagai aktivitas yang lazim dilakukan oleh industri perbankan.  Dari sisi penghimpunan dana, besarnya jumlah dan komposisi simpanan masyarakat yang berada dalam sistem perbankan memiliki pengaruh yang besar terhadap kestabilan industri perbankan.  Selama krisis, bank terkena fenomena yang disebut “Bank Run” yang berarti penarikan dana masyarakat secara besar-besaran dalam waktu singkat memberikan dampak negatif pada aspek likuiditas bank. Tindakan ini terjadi karena para depositor yakin bahwa bank akan segera bangkrut dan mungkin mereka akan kehilangan modalnya. Dalam jurnal ini memberikan contoh kasus Bank of America tahun 1931 dan British Bank Northern Rock tahun 2007. Akibatnya, pemerintah Inggris menawarkan pinjaman darurat melalui Bank of England untuk menutupi masalah likuiditas jangka pendek. Namun tidak membantu menstabilkan situasi.

Banyak ekonom menganggap bahwa dalam kasus krisis sistematis, terlalu besar jika bank gagal karena efek negatif yang menyertainya yang mungkin terjadi, yang akan menyebabkan kerusakan lebih banyak dengan biaya yang lebih tinggi untuk ekonomi individu. Ada konsensus umum bahwa krisis perbankan membatasi pembangunan ekonomi negara. Sementara krisis cenderung terjadi pada ekonomi menurun, masalah di sektor perbankan juga memiliki efek negatif sendiri terhadap ekonomi riil. Dengan menganalisis anatomi krisis keuangan di 50 pasar dan negara-negara berkembang, cashindan Duttagupta pada tahun 2011 menyimpulkan bahwa faktor-faktor dari dampak pertumbuhan krisis perbankan adalah (i) inflasi yang sangat tinggi, (ii) deposito bank digunakan dengan likuiditas rendah, dan (iii) profitabilitas yang rendah yang menekankan bahwa risiko mata uang asing di pasar, ketidakstabilan ekonomi dan keberlanjutan keuangan yang buruk.

Menurut studi yang dilakukan oleh Ariccia et al tahun 2008, industri yang bergantung secara ekonomi kinerjanya buruk selama krisis perbankan dibandingkan dengan industri yang tidak tergantung pada dana asing. Di sisi lain, hasil penelitian menunjukkan bahwaefek negatif industri tergantung secara finansial jauh lebih tinggi di negara-negara dengan sistem keuangan yang lebih dalam. Penulis menyinggung sistem yang signifikan untuk mendukung pertumbuhan industri. Selain itu studi Sarwa tahun 2010 menyarankan bahwa ukuran krisis adalah apa yang menentukan tingkat pembangunan ekonomi.



2)     Gelembung Spekulatif dan Kegagalan Pasar

Gelembung ekonomi (economic bubble) / gelembung spekulatif atau gelembung keuangan merupakan perdagangan dalam volume besar dengan harga yang sangat berbeda dengan nilai asli/instrinsiknya (dalam kata lain : memperdagangkan Produk atau aset dengan harga yang lebih tinggi daripada nilai fundamentalnya. Gelembung ekonomi memiliki siklus ekonomi yang ditandai dengan ekspansi yang cepat diikuti oleh kontraksi, sering kali dengan cara yang dramatis. Konsep “gelembung” mengemukakan teori bahwa harga surat berharga akan naik diatas nilai riil-nya dan berlangsung naik terus menerus hingga harganya jatuh/ turun sangat drastis di mana gelembung itu meletus.

Kehadiran gelembung spekulatif meningkatkan peluang kegagalan pasar tertentu, komitmen investor untuk membeli saham saat harga saham naik konsisten. Jika di beberapa titik, banyak perdagangan memutuskan untuk menjual saham mereka pada saat yang sama tidak akan ada pembeli di pasar. Akibatnya diasumsikan harga pasar akan gagal, dan nilai saham akan turun drastis.

Beberapa kasus gelembung spekulatif : Dutch Bubble (1637), Mississipi Bubble (1719-1720), The explotion of the internet Bubble (2003). Disini akan diulas sedikit ketiganya :

a.       Dutch Bubble

Dikenal “Tulip Crisis” adalah krisis keuangan pertama dan disebut kelahiran spekulasi keuangan. Abad ke 17 tulip menjadi simbol kemewahan dan kekayaan. Semakin langka dan unik orang-orang yang memiliki tulip dianggap lebih kaya. Peningkatan harga tulip membuat banyak investor dan pedagang hancur ekonomi Belanda jatuh menjadi krisis. Bursa Tulip diciptakan setelah pedagangan tulip mulai dilakukan melalui perantara dan negosiator. Permintaan tulip datang dari Perancis, Inggris, dan lain-lain. Harga tulip jatuh sekitar 20 kali banyak produsen kehilangan sejumlah besar uangnya atau hancur total. Dengan menganalisis fenomena ini, para ekonom menggarisbawahi bahwa spesiesi terjadi ketika imajinasi populer berfokus pada beberapa hal yang terlihat baru.

b.      Mississipi Bubble

Mississipi Bubble terjadi awal 1700 an di Perancis dan dikembangkan paralel dengan British Bubble of South Sea. Skotlandia Jon Law dikenal sebagai bapak keuangan dan penggunaan uang kertas. Sistem Jon Law mewakili revolusi sejati di bidang moneter dan merupakan langkah pertama meninggalkan uang logam sebagai alat pembayaran. Gelembung ini dimuali 1715 saat pemerintah Perancis diambang kebangkrutan di bawah beban utang selama perang suksesi Spanyol. 1717 John Law percaya bahwa aktivitas bank ini dapat didasarkan pada kegiatan komersial, dimana perusahaan mississipi ditunjuk sebagai perusahaan “company of the west” dan diberikan hak monopoli terhadap perdagangan Amerika sepanjang sungai Mississipi. Tahun 1719 “company of  the west” akibat dari merger dengan East India Company, perusahaan Perancis India dibuat. Modal perusahaan 100 juta poundsterling dan livery yang membagi saham tunduk pada sejumlah spekulasi. Krisis keuangan pecah dimana banyak para depositor dan pemegang saham kehilangan investasi mereka. Akibatnya seluruh sistem keuangan Perancis runtuh 24 Maret 1721.

c.       The explotion of the internet Bubble

Internet Bubble dimulai tahun 1995 ketika Internet dan Netscape muncul. Dalam beberapa tahun, sektor jasa telekomunikasi menjadi medan pertempuran untuk perusahaan besar juga operator baru melihat peluang dalam bisnis ini muncul karena akses yang mudah dalam investasi. Daham perusahaan di sektor ini tumbuh pesat dalam sehari. Mereka banyak mengambil lebih besar dari pada nilai yang sebenarnya. Maret 2000 Bursa Efek mempengaruhi dan memprovokasi resesi ekonomi tidak hanya di sektor dot-com tetapi dalam semua sektor ekonomi di seluruh dunia. Pada periode ini, banyak penyimpangan akuntansi dan ketidakpatuhan yang terdaftar di banyak perusahaan yang beroperasi di industri ini. Beberapa perusahaan seperti Google, Yahoo, Ebay, dan Amazon bisa lepas dari dampak gelembung Internet.



3)     Krisis Keuangan Internasional

Krisis keuangan internasional telah menyebabkan kekacauan dalam ekonomi masing-masing menghasilkan ketidakpuasan sosial, penurunan tingkat kerja, kredit pemotongan oleh berbagai instansi, musim gugur saham di bursa saham,pemurunan investasi asing langsung, dan privatisasi aset publik dan industri.  Krisis moneter karena devaluasi mata uang dan kegagalan untuk membayar utang telah mengakibatkan kebangkrutan negara. Dengan demikian, ini adalah krisis yang sangat umum yang mempengaruhi sistem keuangan internasional. Dampak spekulan telah menyebabkan banyak negara untuk mendevaluasi mata uang mereka, arus masuk modal asing menurun telah mempengaruhi keseimbangan sistem pembayaran, dan mengarah ke keruntuhN moneter. Akibatnya, rezim seperti pertukaran moneter telah menyoroti rapinya sistem dan ketidakmampuan untuk menarik spekulatif. Tahun 1980 krisis mulai menyebar diantaranya : krisis utang tahun 1980-an di negara-negara berkembang,  krisis keuangan Asian 1997, krisis Rusia 1998, krisis moneter Eropa, Tequilla krisis 1990.

a.       Krisis Utang

Banyak negara-negara berkembang di Afrika, Asia, dan Amerika Latinmencari untuk mengkonsolidasikan negara mereka selama 60 an abad kedua puluh mengambil kredit besar di IMF dan Bank Dunia. IMF dan Bank Dunia mendanai mereka untuk mengatasi situasi keuangan mereka dan merangsang ekonomi mereka. Krisis tejadi tahun 1982 setelah Meksiko menyatakan bahwa tidak bisa membayar kembali utang. Kebangkrutan keuangan menyebar sangat cepat. IMF dan Bank Dunia menciptakan program “structural adjustment” bertujuan untuk mengurangi pengeluaran publik, penghapusan subsidi untuk produk lokal dan privatisasi sektor publik. Banyak negara berkembang dipaksa untuk menerima kondisi ini karena mereka sudah sangat tenggelam dalam utang dan sangat membutuhkan untuk investasi. Namun, negara-negara yang terlilit utang tidak dapat membayar obligasi mereka sehingga program Amerika yang disebut Brady Plan dibuat dan diadopsi. Bagian dari utang diampuni dan negara- yang berhutang hrus membeli 50% dari utang mereka. Akhirnya inisiatif baru yang mirip diadopsi, program tersebut “Poor Countries with High Debt Levels” untuk memungkinkan mereka mengatasi masalah keuangan mereka dan menempatkan kembali ekonomi mereka dalam arah yang benar.

b.      Krisis Keuangan Asia

Krisis ekonomi dan keuangan yang serius mempengaruhi negara-negara Asia Tenggara tahun 1997. Penyebab utama nya ialah devaluasi yang luar biasa mata uang Asia. Tahun 1960-1990, Asia mengalami perputaran ekonomi yang signifikan yang mulai booming ekonomi. Lima negara besar yang disebut sebagai “Macan Asian” seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Pada masa kemakmuran negara-negara ini jatuh ke dalam krisis. Penyebabnya :

1)      Suku bunga naik dan ketersediaan pasar keuangan internasional

2)     Negara-negara Asia tanpa terkecuali diterapkan kurs tetap untuk mata uang mereka kaitannya dengan dollar.

3)     Melemahnya tingkat ekspor sebagai akibat dari penguatan dolar, sehingga membuat barang-barang Asia kurang kompetitif.

Gelembung keuangan memuncak di Thailand kepergian modal asing dan penjualan besar-besaran mata uang domestik sehingga pemerintah Thailand mengeluarkan biaya 23 miliar untuk melindungi nilai tukar tetapi tidak berhasil. Di Indonesia sendiri Krisis finansial telah sepenuhnya berubah menjadi krisis sosial dan politik hingga akhirnya pemerintah diminta untuk turun karena dianggap tidak bisa menyelesaikan krisis ini.

c.       Krisis Rusia

Tahun 1988 krisis Rusia dianggap kejutan yang sangat serius, terjadi sebagai kombinasi dari devaluasi mata uangnya dan ketidakmampuan pemerintah Rusia untuk membayar utang dalam negeri dalam bentuk obligasi jangka pendek disebut GKO (Gosudartvennoe Kratkosrochnoe Obyazatelsvo). Krisis Rusia jelas mengidentifikasi mekanisme dan kesalahan keuangan yang dapat menggoncangkan bukan hanya Rusia tetapi padar keuangan global secara keseluruhan. Perkembangan baru dari keuangan padar obligasi dianggap asal krisis Rusia. Kejutan terbesar Rusia diikuti oleh penghapusan pajak atas bahan baku yang dibutuhkan oleh IMF tahun 1994. Maret 1998 diumumkan bahwa pasar keuangan Rusia tidak dalam kondisi untuk memberikan solusi untuk utang publik kolosal. Saat krisis memuncak sistem perbankan Rusia lemah dan buruk.

d.      Krisis Moneter Eropa

Negara-negara Eropa tahun 1990 an seperti Inggris, Finlandia, Italia, Swedia, dan Norwegia memaksa untuk pindah dari rezim kurs tetap menjadi kurs melayang. Krisis yang muncul saat ini adalah hasil dari kebijakan ekonomi makro yang tidak memadai.

e.       Tequilla Krisis

Krisis tequilla muncul sebagai krisis baru. Desember 1994 krisis keuangan mencengkram Meksiko sebagai akibat dari depresiasi mata uang yang mempengaruhi citra indah dengan menghancurkan perekonomian Meksiko.



4)     Krisis Ekonomi yang lebih luas

Krisis dengan dimensi yang lebih besar adalah depresi besar tahun 1930-an dan krisis real estate 2008-2009 di Amerika Serikat.

a.       Great Depression 1930

Depresi besar berlangsung hampir 15 tahun. Penyebab krisis telah runtuhnya atau penghancuran Pasar Saham Amerika yang terjadi 29 November 1929 dikenal dengan “Black Tuesday” banyak orang yang mengalami kerugian drastis sehingga seluruh sistem keuangan terkejut. Sebagai akibat belanja konsumen telah menderita secara signifikan karena takut krisis, inflasi meningkat, orang enggan meminjam dan penjualan di industri otomotif juga jatuh, pengangguran telah capai rekor. Penurunan ekonomi Amerika menyebabkan dampak di berbagai negara seperti Jerman, Inggris, hingga Perancis. Masing-masing negara menerapkan kebijakan untuk menjaga ekonomi mereka dengan menempatkan hambatan tarif yang berbeda untuk merangsang pembangunan ekonomi. Tapi langkah-langkah ini memperburuk runtuhnya dalam perdagangan dunia. Akhir tahun 1994, negara-negara ini setuju untuk membebaskan langkah-langkah ekonomi pelindung mereka dan praktek. Mereka mendirikan lembaga-lembaga multilateral seperti Bank Internasional untuk rekonstruksi dan pembangunan dan IMF untuk mengatur perdagangan global dan meningkatkan aliran modal masuk sehingga merangsang kemakmuran ekonomi lebih lanjut di antara negara-negara.

b.      Krisis Real Estate di AS

Selama 2000, gelembung real estate berdampak ke pasar seluruh Amerika. Harga real estate muli tumbuh pesat meningkat 200%. Dalam waktu yang sangat singkat, penurunan drastis harga muncul membuat jumlah pinjaman real estate secara signifikan melebihi jumlah US Mitos Amerika dan delusi luas “The Prices of Houses will never fall”

Karean investasi di sektor ini lebih aman dan menguntungkan dibanding sektor lainnya. Penurunan dimuali pada 2006 dengan krisis subprime dan terus tanpa gangguan sampai 2008. Presiden Bush dan Presiden Bank Sentral AS Bernanke merespon lebih ,emdesak dan berusaha untuk menghentikan dan mengontrol efek negatif. Pemerintah AS mengalokasikan lebih dari 900 miliar dolar dalam bentuk pembayaran atau bantuan untuk mengekstrak negara dari resesi.



KESIMPULAN

1.       Krisis tersebut menyebabkan kepanikan para nasabah bank karena mahalnya kredit bank, sehingga sektor keuangan berpengaruh negatif terhadap sektor rill(kegiatan produksi, investasi, perdagangan, maupun konsumsi). Krisis keuangan akan terus manjalar menjadi krisis sosial dimana perusahaan tidak mendapatkan pinjaman bank sehingga melakukan PHK terhadap karyawannya, dan kemudian memunculkan krisis dalam kehidupan politik yang memuncak terjadinya krisis kepemimpinan nasional. Untuk itu stabilitas keuangan sangat penting untuk mendukung pembangunan ekonomi.

2.      Jurnal ini untuk menganalisis jenis krisis keuangan dan dampak yang ditimbulkan akibat krisis keuangan terhadap perekonomian di berbeda negara.

3.      Terdapat 4 jenis krisis keuangan yang tejadi dalam beberapa dekade  yang telah mempengaruhi pasar global.

4.      Pelajaran yang diambil dari jurnal ini adalah bahwa kebijakan makroekonomi dan moneter yang memadai sangat penting untuk mengatur berfungsinya pasar dengan baik untuk mengendalikan krisis keuangan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ekonomi dalam transisi harus sangat berhati-hati saat bergerak dari ekonomi tertutup ke ekonomi liberal karena semakin banyak kemungkinan spekulan untuk menyerang pasar mereka. Ini tidak berarti bahwa pasar liberal kebal terhadap spekulan. Selanjutnya, dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa integrasi pasar global mempengaruhi berfungsinya tempat lain dengan baik jika ekonomi tunggal mengalami krisis keuangan, resesi atau depresi karena efeknya berantai.



REFERENCES

Asian Journal of Business and Management Sciences. Types of Financial Crisis .Vol.2 No.12





Jurnal Asing yang di review:
Klik Disini

MAKALAH KELOMPOK 1 PASAR MODAL SYARIAH

INVESTASI DAN PERKEMBANGAN PASAR MODAL DI INDONESIA Khairil Ihsan Sitompul [1] Nur Auliah [2] Nurhidayati [3] Yuyun Trian...